Monday, June 28, 2021

Inilah Cara Membedakan Produk Greenlight Yang Asli dan Palsu


Brand Greenlight adalah salah satu brand distro ternama di Indonesia. Brand ini menjual berbagai macam fashion item baik pria maupun wanita seperti kaos, jaket, kemeja, sweater, serta aksesori berupa topi, tas, dan dompet. Ciri khas desain fashion dari brand fashion ini adalah trendy dan stylish sehingga membuat oran yang memakainya lebih nyaman dan tampil percaya diri. Desainnya yang simple dan stylish mampu menarik perhatian masyarkat luas terutama anak muda. Dengan populernya brand yang satu ini, memicu bermunculannya produk tiruan atau palsu. Untuk itu menghindari jebakan penjual tidak bertanggung jawab, ada baiknya anda mengenali perbedaan produk Greenlight yang asli dengan palsu berikut ini.

1. Kualitas produk. 

kualitas produk Greenlight menggunakan bahan yang berkualitas, jahitan yang rapi dan kuat, dengan pola yang presisi sehingga nyaman untuk dikenakan sehari-hari. Produk palsu memiliki jahitan yang tidak rapi dan menggunakan bahan yang mudah luntur dan tidak elastis, sehingga warnanya mudah luntur dan cepat melar. Selain itu, sablonan produk tidak berantakan seperti produk palsu, sablonan lebih awet dan tidak mudah luntur.

2. Mengenali harga produk. 

Harga produk Greenlight biasanya dijual dengan kisaran harga 100 ribu sampai dengan 400 ribu rupiah. Jika anda menemukan harga produk yang lebih murah dari harga tersebut, sebaiknya anda harus mewaspadai keaslian produk tersebut. Selain itu, produk palsu biasanya memberikan harga yang jauh lebih murah daripada harga barang yang asli.

3. Tempat Membeli Produk. 

Untuk menjamin keaslian produk Greenlight, sebaiknya anda berbelanja di gerai resmi greenlight. Jangan pernah membeli produk di pedagang kaki lima, pasar, ataupun toko diluar gerai resmi Greenlight karena dipastikan produk tersebut bukanlah produk asli. Bagi anda yang suka berbelanja online, anda dapat membeli produk brand ini di online store resmi https://www.3second.co.id/greenlight/atau di situs belanja online kesayangan anda yang terpecaya karena sudah dipastikan produknya asli bukan tiruan. Situs tersebut pun merupakan situs terpercaya dengan penawaran harga terjangkau.

4. Gramasi Bahan Kaos

Bagi orang awam, akan sangat sulit untuk membedakan kaos distro asli dan palsu dari bahannya. Apalagi jika produk tersebut dibuat oleh produsen berpengalaman yang membuat bahannya hampir sama dengan yang aslinya.

Namun Anda harus pahami bahwa semirip-miripnya produk palsu, pasti tidak lebih bagus dari yang asli. Logikanya, kalau mereka bisa buat kaos dari bahan yang sama dengan yang aslinya, kenapa harus bikin yang tiruan?

Jika Anda perhatikan, yang paling membedakan kaos palsu dengan yang asli adalah biasanya kaos distro palsu lebih mudah longgar jika ditarik. Kaos Distro palsu juga warnanya cenderung lebih cepat pudar dan kusam.

Selain itu, biasanya gramasi kaos distro asli dibuat custom agar tidak bisa ditiru dan dibeli bahannya di pasaran biasa.

Kebanyakan merk distro besar melakukan memproduksi kaosnya dari bahan yang dipintal sendiri. Gramasi kaos distro yang jarang di pasaran antara lain combed 40s, 32s, 28s dan 24s. Selain combed, ada pula distro yang menggunakan bahan katun bamboo.

5. Tema Desain Kaos

Setiap clothing line ternama punya tema desainnya sendiri. Masing-masing punya ciri khas dan karakter desain yang membuat brand mereka menjadi kuat. Karakter Unkl  dan Ouval  bertemakan simply type dan minimalis.

Sedangkan Crooz dan Think Cook Cook menguat dengan karakter monster dan street wear nya.

Jika Anda ingin membandingkan kaos distro yang asli dengan yang palsu, maka Anda bisa mengukurnya dari tema desain kaos tersebut.  Kalau ternyata desain atau tema tersebut melenceng jauh bahkan tidak identik dengan karakter utama clothing line tersebut, maka Anda patut curiga.

6. Proporsi Ukuran dan Tema pada Desain Kaos

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sejago-jagonya tukang bajak menjiplak, pasti ada bedanya. Salah satu ciri lain dari kaos distro palsu buatan tukang bajak adalah proporsi ukuran dan tema sablon pada kaos yang tidak seimbang.

Bisa dari bentuk font yang kurang pas, ukuran gambar terlalu besar, besar kantong tidak pas, dan lain sebagainya. Pokoknya keliatan lah! 

Cerita di Balik Kenyamanan Koleksi Pakaian Dalam Wanita UNIQLO X Mame Kurogouchi


Pakaian dalam wanita selalu dikaitkan dengan sesuatu yang melekat langsung pada tubuh dan harus ditutupi oleh pakaian lainnya. Namun desainer asal Jepang Maiko Kurogouchi mengubah batasan ini yang menjadikan pakaian dalam bisa digunakan sebagai pakaian sehari-hari yang nyaman.

Berkolaborasi dengan UNIQLO, Maiko Kurogouchi lewat merek besutannya Mame Kurogouchi fokus merancang pakaian dalam yang bukan sekadar nyaman, melainkan bisa jadi outift kekinian. Produk feminin ini dikemas dalam konsep curvaceous styling yang menghadirkan koleksi andalan menggunakan teknologi AIRism dan material 3D Knit dari UNIQLO.

Secara ekslusif, Maiko Kurogouchi mengungkapkan kepada Fimela bahwa memilih innerwear atau pakaian dalam sebagai fokus utama karena ia merasa perempuan harus hidup senyaman mungkin dengan apa yang ia kenakan. Tidak hanya pakaian luar, melainkan juga pakaian dalam yang ia kenakan.

"Hal pertama yang terlintas di benak saya adalah innerwear ketika saya ditawari kesempatan untuk menggarap kolaborasi ini. Membuat hidup wanita nyaman dari tempat yang paling dekat dengan kulit adalah salah satu tantangan terbesar saya sebagai seorang desainer. Saya pikir saya dapat menciptakan koleksi pakaian dalam yang nyaman, fungsional, dan indah bersama UNIQLO, bahkan di lingkungan yang panas dan lembap," ungkap Maiko Kurogouchi.

Tantangan di balik koleksi

Memakan proses penggarapan koleksi selama setahun, Maiko Kurogouchi menemukan berbagai tantangan yang menyenangkan. Seperti menambahkan fungsionalitas pada bahan yang menjadi andalan dari UNIQLO. Contohnya pada bahan AIRism, Maiko merancang kamisol dengan bagian dalam yang menyentuh kulit memiliki fungsi AIRism. Baginya, mengembangkan bahan yang telihat nyaman untuk digunakan di musim panas sangat menantang.

Sebagian besar koleksi pakaian dalam yang dirancang Maiko Kurogouchi memiliki warna netral yang menggambarkan warna kulit perempuan di seluruh dunia. Hal ini selaras dengan selera Maiko Kurogouchi yang cenderung memilih warna tanah, terutama untuk koleksi pakaian dalam.

"Saya ingin kolaborasi ini membuat sesuatu yang timeless dan sederhana sehingga orang dari seluruh dunia bisa merasa nyaman menggunakan koleksi ini," ujar Maiko Kurogouchi.

Teknik layering

Sebagai sosok perempuan yang aktif, ia percaya bahwa kecantikan berasal dari kenyamanan. Sehingga ia memiliki sesuatu yang menarik energi bumi, seperti warna-warna yang dilihat di lapisan bumi. Hal menarik dari koleksi ini adalah soal styling dengan teknik layering seperti lapisan yang kita lihat di bumi.

Dengan teknik layering inilah yang mendobrak pakaian dalam dan pakaian luar. Setiap bahan dan warna diperhatikan agar terlihat natural dan tetap menjaga fungsi innerwear itu sendiri. Kamu bisa mengenakan bra dengan jaket sebagai outer yang membuatnya terlihat keren.

Saturday, June 26, 2021

Mengenal Kacamata Anti Radiasi dan Fungsinya, Perlu Diketahui



Mata merupakan indra penglihatan yang sangat penting bagi manusia dalam menunjang segala aktivitasnya. Beragam cara dilakukan setiap orang untuk menjaga kesehatan indra penglihatan ini. Tak heran, jika seseorang yang memiliki gangguan mata minus atau miopi kerap menggunakan kacamata agar tetap bisa melihat dengan baik.

Salah satu jenis kacamata yang saat ini banyak digunakan adalah kacamata anti radiasi. Jenis kacamata satu ini biasa digunakan oleh orang yang sering beraktivitas di luar ruangan yang berisiko terkena paparan sinar matahari. Selain itu, kacamata anti radiasi juga sering dipakai oleh orang yang kerap menghabiskan waktu di depan layar komputer atau gadget.

Tak hanya dipakai untuk melindungi mata dari kerusakan, saat ini banyak kacamata anti radiasi yang dapat menunjang penampilan seseorang. Memakai kacamata anti radiasi yang sesuai dengan bentuk wajah, tentu dapat melindungi mata dan membuat penampilan seseorang menjadi lebih menarik dan stylish.

Lantas, apa sebenarnya saja fungsi kacamata anti radiasi dan bagaimana cara memilihnya agar sesuai dengan bentuk wajah? Simak ulasannya :

Mengenal Kacamata Anti Radiasi

Kacamata anti radiasi adalah kacamata yang didesain khusus untuk melindungi mata dari radiasi seperti sinar matahari, layar komputer, atau gadget. Radiasi sendiri merupakan energi yang terdiri dari gelombang atau partikel berkekuatan tinggi. Kemunculan radiasi bisa dihasilkan secara alami maupun dari manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, setidaknya tubuh manusia terpapar oleh dua jenis radiasi, yaitu radiasi ultraviolet dan radiasi sinar biru. Radiasi sinar violet merupakan jenis radiasi alami atau datang dari sinar matahari. Sedangkan, sinar biru adalah jenis radiasi yang datang dari layar elektronik seperti komputer atau gadget.

Radiasi sinar ultraviolet (UV) dalam jangka pendek bisa mengakibatkan fotokeratitis atau peradangan korna mata akibat paparan sinar matahari terlalu lama. Semakin lama terpapar radiasi UV, semakin tinggi pula risiko terkena katarak atau degenerasi makula. Sementara itu, paparan sinar biru dalam jangka panjang juga dapat mengganggu penglihatan seperti katarak hingga kanker mata.

Salah satu cara mengatasi paparan sinar matahari atau sinar biru yang paling efektif yaitu dengan menggunakan kacamata anti radiasi. Dengan menggunakan kacamata ant radiasi dianggap mampu mengurangi risiko peradangan kornea, katarak, dan degenerasi makula.Fungsi Kacamata Anti Radiasi

Sebagaimana kita tahu, kacamata anti radiasi atau kacamata baca komputer berfungsi efektif untuk menangkal efek sinar biru. Jika mata tidak dilindungi dari efek sinar biru, berpotensi merusak mata dan meningkatkan ketegangan mata saat melihat layar.

Selain itu, ada beberapa fungsi kacamata anti radiasi, di antaranya seperti berikut:

1. Mencegah mata dari sinar berbahaya dari layar gadget, seperti ultra violet dan sinar biru.

2. Kacamata anti radiasi memiliki penetrasi dan penyerapan yang disesuaikan dengan lampu berbeda. Saat memakainya, mata Anda akan terasa segar dan penglihatan alami.

3. Kacamata anti radiasi dapat memblokir radiasi elektromagnetik. Hal ini karena kacamata anti radiasi mengadopsi teknologi pelapisan vakum ion canggih, sehingga tidak memiliki efek samping jika dipakai dalam waktu lama pada mata.

4. Kacamata anti radiasi dapat menyerap gelombang mikro frekuensi rendah dan bisa menghilangkan gejala potensial bagi mata seperti kelelahan, demam, dan sakit kepala.

Wednesday, June 23, 2021

Memilih Teether yang Pas Untuk Bayi Sesuai Usia dan Cara Perawatannya Supaya Tetap Sehat

 


Umumnya teether dapat diberikan sejak bayi berusia 4 bulan atau saat ia sudah mampu mengenggam sesuatu.

Ada banyak ragam teether yang beredar di pasaran, mulai bentuk, ukuran hingga warna.

Umumnya bahan yang digunakan adalah lateks, yang tergolong aman untuk bayi dan terasa lembut bila digigit.

Menurut drg. Fauziah SpKGA., Bagian Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, teether ada yang bagian dalamnya diisi gel atau air.

Teether berisi gel lebih disarankan ketimbang yang berisi air, karena akan terasa lebih dingin ketika digigit sehingga dapat mengurangi nyeri atau gatal pada gusi.

Berikut cara memilih teether bayi yang sehat, seperti yang dipaparkan Fauziah:

1. Pilihlah yang sesuai dengan bentuk mulut bayi.

Bagi bayi berusia 4 bulanan yang bentuk mulutnya masih mungil, pilihkan teether berukuran kecil (yang menyerupai soother/dot), namun tetap dapat digenggam dengan mudah. Teether berukuran besar dikhawatirkan malah merepotkan bayi.

2. Sesuaikan dengan tahapan pertumbuhan gigi bayi.

Untuk itu cermati petunjuk pada kemasan. Produk-produk teether tertentu dibedakan peruntukkannya; yakni bagi bayi usia 4 bulan (tahap 1) dengan bayi 6 bulan ke atas (tahap 2 sampai tahap 4).

* Tahap 1

Teether ini khusus untuk bayi berusia 4 bulanan, karena berfungsi merangsang pertumbuhan gigi bayi. Jadinya gigi dan gusi bayi sehat.

Umumnya terbuat dari lateks yang bening berisi air atau gel sehingga terasa lebih lembut ketika digigit.

Tekstur permukaannya yang berbintik-bintik kecil namun terasa lembut dapat menghilangkan rasa gatal pada gusi di saat gigi bayi akan keluar.

Teether yang tampak lebih padat dengan bentuk yang pipih dengan tekstur berbintik-bintik halus ini tetap mudah dan nyaman untuk digigit. Warna-warnanya yang terang dan bervariasi juga sekaligus dapat digunakan sebagai mainan bayi.

* Tahap 2

Cocok untuk bayi di awal pertumbuhan giginya (yang baru tumbuh 2 gigi bagian bawah depannya).

Namun karena sudah memiliki 2 gigi maka kemampuan menggigitnya pun sudah jauh lebih kuat, lantaran itulah teether pada tahap ini sengaja dirancang lebih padat.

* Tahap 3

Tak jauh berbeda dari teether pada stage 2; teether tahap 3 lebih padat namun tetap lembut ketika digigit.

Hanya saja teksturnya tampak lebih kasar dan bergelombang. Fungsi teether pada tahapan ini untuk merangsang pertumbuhan 2 gigi pada gusi bagian depan atas. Supaya sehat.

* Tahap 4

Teether tampak jauh lebih padat dengan tekstur lebih kasar. Sesuai bagi si kecil yang sudah tumbuh beberapa gigi di bagian atas depan dan bawah. Fungsinya, untuk merangsang gigi bagian belakang.

“Karena teether mainan untuk digigit-gigit bayi, sudah tentu kebersihannya harus terjaga. Supaya tetap sehat. Apalagi teether yang sering keluar masuk mulut bayi mudah sekali terkontaminasi bakteri,” jelas Fauziah mengingatkan.

Jika tak dirawat, tentu teether menjadi tidak sehat dan bisa membuat bayi sakit.

Perawatan teether pun dimaksudkan supaya bentuk fisiknya tetap terjaga utuh, sehingga aman dan sehat untuk digigit-gigit bayi.

Ada lecet saja, pada teether, warna terkelupas, apalagi sampai bocor, sebaginya segera jauhkan dari bayi. itu artinya sudah tidak sehat.

Agar tetap higienis, cucilah teether setelah digunakan dan jangan lupa perhatikan aturan mencuci yang tertera pada kemasan.

“Beberapa jenis teether tidak bisa direbus melainkan cukup dicuci dengan air panas atau air mengalir dan (bila tersedia) dapat digunakan cairan pembersih khusus untuk bayi,” papar Fauziah.

Keringkan dengan kain bersih dan simpanlah di dalam wadah khusus yang aman dan bersih.

Teether yang berisi gel atau air dapat disimpan dalam lemari es (jangan di freezer karena justru akan merusaknya).

Namun sebelum itu, jangan lupa review dalam wadah khusus sehingga tidak terkontaminasi oleh bahan-bahan makanan yang ada di dalam kulkas.

Dengan menyimpannya di kulkas, teether akan menjadi dingin dan lebih lembut ketika digigit. Juga sehat untuk bayi.

Rasa dingin sekaligus berfungsi mengurangi rasa gatal dan nyeri pada gusi bayi.

Tuesday, June 15, 2021

Manfaat My Well Vitamin D3 Pada COVID-19


Pandemi COVID-19 telah merenggut ratusan ribu jiwa di seluruh dunia. Infeksi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) ini menunjukkan spektrum penyakit yang luas, dengan sebagian besar pasien mengalami gejala ringan atau bahkan asimtomatik.

Variasi yang besar dalam angka mortalitas COVID-19 antar negara dan wilayah telah dilaporkan. Selain umur, penyakit komorbid, dan ketersediaan fasilitas kesehatan; status kecukupan vitamin D diasumsikan memainkan peranan, mengingat angka mortalitas COVID-19 ditemukan relatif lebih tinggi pada negara dengan insidensi defisiensi vitamin D yang tinggi, seperti Italia, Spanyol, dan Perancis.

Selain itu, waktu terjadinya pandemi COVID-19 yang bertepatan saat musim dingin, yaitu saat kadar vitamin D berada pada titik terendah, turut mendukung potensi keterlibatan vitamin D dalam mengurangi risiko COVID-19.

Sekilas tentang Vitamin D

1,25-dihydroxyvitamin D3 (1,25(OH)2D3) merupakan bentuk aktif dari vitamin D3 yang diproduksi dominan oleh prekursor dalam kulit melalui radiasi ultraviolet B (UVB) terhadap 7-dehydrocholesterol. Vitamin D banyak ditemukan di produk susu, sereal, dan minyak ikan. Kadar serum vitamin D >30 µg/mL (>75 µmol/L) merupakan konsentrasi optimal yang memberi manfaat untuk kesehatan.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit memproduksi My Well Vitamin D3 semakin berkurang. Pada musim dingin, sangat sedikit radiasi UVB yang sampai ke permukaan bumi (di daerah tertentu), hal ini membuat risiko defisiensi vitamin D saat musim dingin meningkat. Walaupun wilayah tropis mendapat paparan sinar matahari lebih tinggi, hal ini tidak menjamin kecukupan vitamin D apabila kegiatan sosial dan budaya masyarakat saat adanya paparan sinar matahari dibatasi, terutama dengan adanya anjuran stay at home saat pandemi ini.

Peran Vitamin D dalam Modulasi Sistem Imun

Vitamin D menghambat ekspresi dan mengurangi transkripsi beberapa sitokin proinflamasi. Di lain sisi, vitamin D juga meningkatkan sitokin T helper yang bersifat antiinflamasi. Vitamin ini juga memiliki efek antiproliferatif yang poten pada sel T, khususnya sel T helper, dan menurunkan produksi antibodi sel B.

Peran penting vitamin D3 sebagai regulator imun bukan hanya karena interaksinya dengan sel limfosit T, tetapi juga interaksinya dengan antigen-presenting cell (APC). Monosit yang terpapar vitamin D3 akan mengurangi major histocompatibility complex (MHC) kelas II. Pada akhirnya, vitamin D akan menghambat pengeluaran sitokin proinflamasi oleh makrofag serta meningkatkan regulasi peptida antimikrobial yang memiliki potensi antiviral.

Vitamin D juga mengurangi respons inflamasi terhadap infeksi SARS-CoV-2, di mana vitamin D mampu berinteraksi dengan protein angiotensin-converting-enzyme 2 (ACE2) sebagai reseptor masuknya virus SARS-CoV-2.

Peran Vitamin D terhadap Berbagai Penyakit Saluran Napas

Selain berperan dalam kesehatan tulang dan homeostasis kalsium, banyak bukti menyatakan bahwa vitamin D memainkan peran dalam pencegahan dan terapi berbagai macam penyakit infeksi respiratorik, seperti tuberkulosis paru dan influenza.

Dalam sebuah meta analisis yang dilakukan oleh Nnoaham et al, dikemukakan bahwa kadar vitamin D3 yang rendah berhubungan dengan kerentanan terinfeksi tuberkulosis paru yang aktif dengan tingkat keparahan yang lebih berat.

Protein pengikat vitamin D atau vitamin D binding protein (DBP) merupakan protein multifungsi yang tidak hanya berperan dalam resorpsi tulang tetapi juga mengaktifkan makrofag. Kadar DBP yang normal adalah sekitar 300-900 mg/L, di mana konsentrasi yang rendah berhubungan dengan acute respiratory distress syndrome (ARDS) pada pasien cystic fibrosis.

Sebuah meta analisis yang dilakukan oleh Zhou et al menyimpulkan bahwa defisiensi vitamin D secara signifikan meningkatkan risiko infeksi community-acquired pneumonia (CAP) sebesar 1,65 kali lebih tinggi. Penurunan kadar vitamin D sebesar 5,63 µg/mL ditemukan pada penderita CAP. Akan tetapi, studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan efek eksplisit dari vitamin D.

Melalui meta analisis, Bergman et al juga turut menyatakan bahwa pemberian vitamin D sebagai profilaksis dapat mengurangi risiko terjangkit infeksi saluran napas. Efek protektif vitamin D paling besar ditunjukkan pada pemberian harian dengan dosis sekali sehari. Akan tetapi, vitamin D tidak menunjukkan efek ketika diberikan dalam dosis bolus besar dengan frekuensi sebulan sekali atau lebih jarang.

Melalui sebuah meta analisis, Martineau et al juga turut mengonfirmasi bahwa suplementasi vitamin D mempunyai efek protektif terhadap infeksi saluran pernapasan. Selain itu, manfaat vitamin D semakin terlihat pada pasien dengan kadar vitamin D yang sangat rendah, yaitu <10 µg/mL (<25 µmol/L).[11]

Dosis vitamin D harian yang digunakan pada studi untuk menilai manfaatnya adalah 1000–4000 IU/ hari.

Peran Vitamin D pada Infeksi COVID-19

Vitamin D telah terbukti dalam menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan. Bersamaan dengan itu, efeknya dalam meningkatkan imunitas seluler dan adaptif juga turut membuat vitamin D patut dipertimbangkan sebagai opsi potensial untuk mengobati dan mencegah COVID-19.

Sampai saat ini, belum ada uji klinis yang dilakukan untuk menentukan efek vitamin D secara spesifik dalam menyupresi rantai SARS-CoV-2. Beberapa studi telah meneliti luaran klinis pasien COVID-19 berdasarkan status vitamin D.

Sebuah meta analisis yang dilakukan oleh Alipio meneliti 212 pasien COVID-19 dan status vitamin D. Rerata kadar serum vitamin D adalah 31,2 µg/mL pada gejala ringan; 27,4 µg/ml pada gejala sedang; dan 21,2 µg/ml pada gejala berat.

Kadar vitamin D yang normal ditemukan pada 55 pasien dan mayoritas (85,5%) mengalami gejala ringan. Status insufisiensi vitamin D ditemukan pada 80 pasien dan mayoritas (43,8%) mengalami gejala sedang. Pasien dengan status defisiensi vitamin D ada sebanyak 77 orang dan mayoritas (40,3%) mengalami gejala berat. Studi ini menyimpulkan bahwa kadar serum vitamin D berkaitan dengan luaran klinis pasien COVID-19. Dalam hal ini, suplementasi vitamin D mungkin dapat meningkatkan luaran klinis pasien COVID-19, tetapi studi uji klinis acak terkontrol dengan sampel besar perlu dilakukan untuk mengonfirmasinya.

Sebuah studi kohort retrospektif di Indonesia, dengan sampel 780 pasien COVID-19, meneliti tentang keterkaitan status vitamin D dan mortalitas pasien COVID-19. Setelah mengesampingkan faktor perancu, seperti usia, jenis kelamin, dan komorbiditas; hasil studi ini menyimpulkan bahwa status vitamin D berkaitan erat dengan mortalitas pasien COVID-19. Angka mortalitas ditemukan lebih tinggi pada pasien dengan insufisiensi vitamin D. Jika dibandingkan dengan pasien COVID-19 dengan status vitamin D yang normal, risiko kematian meningkat sebanyak 10,12 kali pada pasien COVID-19 dengan defisiensi vitamin D.

Dalam tinjauan naratif, Grant et al mendukung peran vitamin D dengan konsentrasi tinggi dalam menurunkan risiko infeksi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), termasuk influenza, pneumonia, dan infeksi coronavirus. Suplementasi vitamin D3 dapat diberikan untuk meningkatkan konsentrasi vitamin D. Kisaran optimal vitamin D untuk mencapai efek protektif adalah 40-60 µg/mL. Untuk mencapai kadar tersebut, suplementasi vitamin D3 perlu diberikan dengan dosis 10.000 IU per hari selama sebulan, lalu dilanjutkan dengan dosis 5.000 IU per hari. Jika vitamin D dosis tinggi diberikan, suplementasi kalsium tidak boleh diberikan dalam dosis tinggi untuk menghindari terjadinya hiperkalemia.

Di lain sisi, National Heart, Lung and Blood Institute (NHBLI) melakukan uji acak terkontrol dan menyimpulkan bahwa suplementasi vitamin D3 dosis tinggi tidak memberikan keuntungan yang lebih besar daripada plasebo pada mortalitas pasien dengan defisiensi vitamin D yang sakit kritis. Oleh karena itu, disarankan untuk memberikan suplementasi vitamin D sesuai kebutuhan nutrisi standar harian.

Kesimpulan

Vitamin D telah berperan dalam modulasi sistem imun dengan menghambat pengeluaran sitokin proinflamasi dan meningkatkan sitokin yang bersifat antiinflamasi. Vitamin D juga mampu berinteraksi dengan protein angiotensin-converting-enzyme 2 (ACE2) sebagai reseptor masuknya virus SARS-CoV-2, sehingga mengurangi respons inflamasi terhadap infeksi SARS-CoV-2.

Berbagai studi menyatakan bahwa vitamin D mempunyai peran dalam pencegahan dan terapi penyakit infeksi saluran pernapasan, seperti tuberkulosis paru, influenza, dan community acquired pneumonia (CAP). Berdasarkan studi-studi ini, vitamin D patut dipertimbangkan sebagai terapi ajuvan untuk mengobati dan mencegah COVID-19.

Walaupun uji klinis yang meneliti efek vitamin D secara spesifik terhadap SARS-CoV-2 belum tersedia, berbagai studi telah menunjukkan hubungan antara status vitamin D dan luaran klinis serta mortalitas akibat COVID-19. Oleh karena itu, vitamin D dinilai punya manfaat sebagai profilaksis dan terapi COVID-19.

Meskipun demikian, suplementasi vitamin D dalam dosis tinggi (untuk mencapai efek protektifnya) masih menunjukkan hasil yang inkonklusif. Oleh karena itu, uji klinis lebih lanjut dengan desain studi lebih baik dan sampel yang lebih besar perlu dilakukan untuk mengonfirmasi lebih dalam lagi tentang manfaat vitamin D pada COVID-19.

Monday, June 14, 2021

Persiapan Sebelum Mengikuti Ujian Ielts


Ujian ielts merupakan ujian yang digunakan untuk mengetes kemampuan Bahasa inggris kamu jika kamu ingin belajar ke luar negeri yang Bahasa utamanya Bahasa inggris. Ujian ini digunakan sebagai persyaratan kamu lolos atau sesuai tidak dengan ketentuan yang berlaku. Sebelum melakukan ujian ielts yang sesungguhnya kamu perlu melakukan persiapan yang matang agar tidak terjadi pengulangan.

Untuk persiapan ujian ielts ini bisa kamu jadikan sebagai Kegiatan liburan sekolah yang sedang kamu lakukan. Setidaknya dirumah saja, kamu bisa mempunyai kemampuan baru dan mahir dengan Bahasa inggris. Bahasa inggris merupakan Bahasa umum yang harus kamu miliki dan kuasai jika kamu akan pergi ke luar negeri.

Tips Persiapan Ujian Ielts

Ujian ielts ini harus kamu persiapkan dengan matang dan secara sungguh-sungguh, agar bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Nilai itu nantinya akan dijadikan sebagai persyaratan untuk kamu bisa belajar di luar negeri. Berikut 3 tips yang akan diberikan:

1. Memastikan jenis tes. Jenis tes yang diambil, harus tes ielts yang memiliki dua jenis yaitu general test dan academic test. Biasanya general test digunakan untuk kamu yang akan mengambil pekerjaan atau akan bekerja di luar negeri. Untuk academic test yaitu diperuntukkan bagi kamu yang akan belajar atau menempuh pendidikan di luar negeri.

2. Meningkatkan kemampuan. Kemampuan yang disini ditekankan pada kemampuan Bahasa inggris. Ujian ielts ini memiliki aspek yang ada yaitu membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis. Ujian ini bisa kamu persiapkan dengan mempelajari materi Bahasa inggris

3. Melatih menulis dan berbicara. Untuk kemampuan menulis dan berbicara ini merupakan kemampuan yang wajib kamu latih karena hal yang sangat penting. Kosakata yang kaya dan luas juga kamu harus perlu banyak latihan dan ujian dengan beragam topik yang ada. Latihan ini supaya kamu lebih mahir dan menstimulasi otak kamu pada tes ielts nantinya.

Berikut merupakan persiapan yang harus dilakukan untuk Ujian ielts agar lancar dan mendapatkan nilai yang memuaskan. Ef English center merupakan pusat belajar Bahasa inggris yang sangat baik. Untuk informasi lebih lanjut segera buka website kami dan mari bergabung bersama kami.