Thursday, May 6, 2021

4 Faktor yang Mempengaruhi Nilai Premi Asuransi


Premi adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan nasabah kepada perusahaan asuransi sebagai modal atas perlindungan yang akan ia dapatkan kelak. Secara umum, premi jenis produk asuransi apa pun dapat dibayarkan nasabah per tahun, per setengah tahun, ataupun per bulan. Akan tetapi, besaran nilai premi asuransi setiap nasabah—meski memakai produk yang sama—dapat berbeda. Menurut situs The Balance, hal ini disebabkan oleh empat faktor berikut:

1. Jenis cakupan perlindungan. Cakupan perlindungan adalah manfaat yang akan tertanggung peroleh dari produk asuransi yang ia beli. Semakin luas perlindungan yang dapat diperoleh olehnya, berarti semakin tinggi pula nilai premi yang ditawarkan. Namun sebagai gantinya, tertanggung akan mendapat perlindungan yang komprehensif. Jika dihitung menggunakan nominal uang, manfaat dari asuransi dengan cakupan yang lengkap jauh lebih besar dibanding asuransi dengan cakupan dasar saja.

Sebagai contoh, asuransi jiwa berjangka hanya akan melindungi tertanggung selama 5, 10, atau 20 tahun; sedangkan asuransi jiwa unit link akan melindungi tertanggung hingga usia maksimal 100 tahun dan memberikan manfaat dari investasi.

2. Besaran cakupan pertanggungan. Besaran cakupan perlindungan merujuk pada nominal yang akan diterima oleh tertanggung. Seperti yang telah diuraikan di poin sebelumnya, perolehan manfaat yang besar akan didahului oleh pembayaran premi yang besar pula. Jadi, bila jiwa atau aset yang diasuransikan tertanggung bernilai tinggi, besaran premi pun akan tinggi.

Contohnya adalah premi untuk tertanggung yang memiliki pekerjaan berisiko tinggi dan premi untuk pekerja kantoran biasa. Tentu, premi untuk tertanggung yang pertama akan lebih besar dibanding yang kedua. Contoh lainnya adalah rumah senilai 500 juta di kawasan bebas banjir dan yang tidak bebas banjir. Faktor risiko karena cuaca saja dapat membedakan nilai premi untuk dua cakupan pertanggungan ini.

3. Informasi pribadi tertanggung. Menurut The Balance, perusahaan asuransi punya pola seperti model bisnis apa pun. Pola yang dimaksud adalah target pasar atau sasaran klien. Untuk itu, setiap perusahaan asuransi akan mengaplikasikan kriteria tertentu saat menerima permohonan kepemilikan polis asuransi dari calon nasabahnya. Umumnya, kriteria-kriteria tersebut mencakup riwayat asuransi, tempat tinggal, gaya hidup, skor kredit, frekuensi kecelakaan dengan kendaraan pribadi, ataupun riwayat klaim calon nasabah. Sejumlah faktor ini dapat menambah atau malah mengurangi nilai premi dasar (awal) calon tertanggung.

Sebagai contoh, produk asuransi jiwa akan mengulik faktor risiko apa saja yang dimiliki oleh calon nasabah. Faktor risiko ini dapat mencaakup usia, kondisi kesehatan, dan/atau pekerjaan calon tertanggung.

4. Kompetisi perusahaan dan target pasar. Seperti yang sudah disebut di poin sebelumnya, tiap-tiap perusahaan asuransi memiliki target pasar atau sasaran klien. Ada perusahaan yang fokus ingin menjaring nasabah lanjut usia saja, ada pula yang fokus ingin merangkul nasabah usia muda. Strategi bisnis ini tak lepas dari kompetisi perusahaan industri asuransi, yang tentu sudah banyak sekali pemainnya. Nah, strategi ini pula, menurut The Balance, menjadi faktor penentu nilai premi asuransi yang terakhir.

Itu dia 4 faktor yang mempengaruhi nilai premi asuransi. Selayaknya produk konsumtif lainnya, ada baiknya bila Anda melakukan riset mendalam terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memilih satu produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan keuangan Anda. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya! 

0 comments:

Post a Comment