Monday, January 13, 2020

Sudah Lama Menikah Belum Juga Dikaruniai Momongan, Cek ke Dokter Andrologi SehatQ.com, Yuk!


Banyak pria yang memiliki keluhan seputar reproduksi, namun tidak memiliki keberanian untuk datang ke klinik kesehatan. Rasa malu  dan tidak percaya diri menjadi alasan para pria enggan berkonsultasi dengan dokter andrologi. Padahal, dokter spesialis andrologi akan membantu menangani berbagai masalah kesehatan kaum Adam seperti infertilitas, sistem reproduksi atau gangguan seksual. Kalau ingin menjadi ayah, sudah sepatutnya pria segera memeriksakan kesehatan reproduksi mereka, ya!

Kira-kira keluhan apa saja yang bisa ditangani oleh dokter spesialis andrologi? Simak informasi penting dari situs SehatQ.com berikut ini!

1. Infertilitas atau gangguan kesuburan pada pria

Apa saja yang menjadi penyebab infertilitas pada pria? Ternyata jumlah sperma yang sedikit, kelainan bentuk dan pergerakan sperma yang terlalu lambat menjadi penyebab utama gangguan kesuburan. 

Setelah memeriksakan diri ke dokter kandungan, pria yang mendapatkan rujukan bisa langsung menjalani pemeriksaan ke dokter spesialis andrologi. Nantinya dokter terkait akan melakukan pemeriksaan hormon dan analisis sperma. Jika sudah diketahui penyebab utama, dokter akan segera melakukan penanganan gangguan infertilitas pada pasien tersebut.

2. Masalah seksual 

Tak hanya masalah gangguan kesuburan saja, pria bisa saja mengalami frustasi dan depresi karena masalah seksual yang mendera. Salah satu masalah umum yang sering dialami pria adalah ejakulasi dini. Para pria tidak sanggup mempertahankan kondisi ereksi sehingga terjadi ejakulasi sebelum penetrasi atau setelah penetrasi tak lama kemudian. Tentu ejakulasi dini menjadi momok yang menakutkan pada pria usia produktif yang sudah memiliki pasangan.

Tak hanya ejakulasi dini saja, masalah seksual yang sering dialami kaum Adam adalah disfungsi ereksi atau impotensi dan kehilangan libido. Melakukan pemeriksaan pada dokter andrologi akan membantu pria menemukan solusi dari masalah seksual tersebut. Misalnya kasus penurunan libido bisa disebabkan oleh masalah psikologi yang terjadi pada pria antara lain cemas berlebihan, depresi atau kondisi penyakit tertentu seperti diabetes atau hipertensi. 

3. Hipogonadisme

Merupakan kondisi testis hanya sanggup memproduksi sedikit hormon seksual dengan gejala kehilangan massa otot, pembesaran pada payudara dan mengalami penurunan pada gairah seksual. Ada beberapa penyebab kondisi hipogonadisme terjadi pada pria antara lain penyakit autoimun, kelainan genetik, infeksi, gangguan pada organ hati dan ginjal, radiasi serta komplikasi akibat operasi pada organ reproduksi pria. 

Untuk para pria yang telah lama menikah dan ingin menjadi ayah secepatnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis andrologi. Prosedur medis yang bisa dilakukan oleh dokter terkait tak hanya sekadar analisis sperma dan air mani, namun bisa melakukan prosedur medis bayi tabung (IVF). 

SehatQ.com memiliki ulasan mengenai informasi kesehatan yang bisa Anda jadikan referensi. Dokter menyarankan berbagai cara pria menjaga kesehatan sperma dengan penerapan pola hidup yang lebih sehat. Pria sebaiknya rutin melakukan olahraga, konsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang, tidak makan jenis makanan yang terlalu pahit dan bergetah, dan menghindari mandi air panas atau sauna selama masa merencanakan kehamilan. Pasalnya, berendam air panas bisa membuat suhu testis meninggi yang berdampak pada kualitas sperma.

Menjaga gaya hidup sehat yang bebas dari rokok, alkohol dan bahan-bahan kimia bisa membantu pria memiliki tubuh yang sehat. Tubuh yang sehat dan bugar tentu memiliki dampak positif pada kualitas sperma yang bagus. Jika sperma sudah bagus, program hamil selanjutnya bisa difokuskan pada sang istri. Nah, sudahkah Anda melakukan pemeriksaan andrologi? Dapatkan informasi terkait rekomendasi dokter spesialis andrologi terbaik hanya di situs SehatQ.com, ya!

Saturday, January 11, 2020

Yuk, Ketahui Penyebab Umum Kelahiran Prematur Dari Sekarang!


Sumber: Klikdokter.com

Semua orang tua terutama ibu pasti ingin melahirkan dengan normal dan bayinya sehat. Namun, ada kalanya harapan tidak berjalan dengan sempurna. Ada beberapa kasus yang harus mengalami kelahiran prematur lantara beberapa penyebab dan faktor. Sebelum membahas mengenai penyebab umum kelahiran prematur, ada baiknya untuk mengenal secara singkat mengenai kelahiran prematur.

Menurut halaman klikdokter, kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum memasuki usia kehamilan 37 minggu atau tiga minggu sebelumnya. Salah satu penyebab umum kelahiran prematur adalah mengalami pecah ketuban sejak dini. Ketika ketuban sudah pecah, ada baiknya untuk langsung dibawa ke dokter agar nanti bayi tidak mati karena keracunan air ketuban.

Selain itu, masih ada lagi penyebab umum kelahiran prematur lainnya yang dilansir dari halaman hellosehat. Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

1. Usia

Usia yang dimaksud di sini bukanlah usia pada seorang ibu melainkan usia saat sedang hamil. Menurut penelitian, seorang wanita yang hamil di bawah usia 16 tahun dan hamil di atas usia 35 tahun, memiliki risiko lebih tinggi sekitar 4% untuk melahirkan dini dibandingkan dengan seorang wanita yang hamil saat usia 20-30 tahun. Akibatnya terjadilah kelahiran prematur. Untuk itu, usahakan hamil dalam usia yang kondusif. 

2. Kondisi Medis Ibu

Penyebab lainnya yang mengakibatkan kelahiran prematur terletak pada kondisi kesehatan sang ibu, seperti adanya komplikasi saat kehamilan. Contohnya, gangguan plasenta, diabetes, ukuran leher rahim terlalu pendek, dan lainnya. Selain itu jika Anda memiliki kondisi medis, seperti asma, anemia, lupus, penyakit ginjal, gangguan tiroid maka Anda harus siap jika mengalami kelahiran prematur. Nah, bagi Anda yang mungkin memiliki masalah yang sama di atas, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter.

3. Adanya Infeksi

Adanya infeksi saat sedang hamil mengakibatkan terjadinya kelahiran prematur. Ada beberapa infeksi yang bisa memicu hal tersebut, antara lain infeksi cairan ketuban, gonore, klamidia trachomatis, dan lainnya. Adanya infeksi yang terjadi pada bagian tubuh lain juga bisa menjadi pemicu terjadinya kelahiran prematur, seperti infeksi saluran kemih, radang usus buntu, infeksi ginjal, dan pneumonia.

Selain penyebab, ada juga faktor risiko yang menyebabkan kelahiran prematur. Berikut ulasannya!

  1. Adanya cedera atau trauma fisik saat hamil
  2. Mengalami gizi buruk saat hamil
  3. Mengalami stres yang berkepanjangan
  4. Berat badan saat sedang hamil tidak ideal
  5. Jarak antara kehamilan antara bayi satu dengan bayi lainnya berdekatan
  6. Merokok, mengonsumsi alkohol, dan adanya penggunaan obat yang terlarang
  7. Cairan pada ketuban terlalu banyak
  8. Pernah melahirkan secara prematur 
  9. Hamil kembar atau lebih
  10. Mengalami keguguran
Pada umumnya, bayi prematur bisa dibawa pulang jika kondisinya antara lain:

  1. Tidak mengalami demam
  2. Berat badan terus bertambah
  3. Sudah bisa menyusui ASI
  4. Suhu tubuh dalam keadaan stabil
  5. Pernapasannya teratur dan mampu bernapas tanpa bantuan selang oksigen
Untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur, Anda bisa melakukan beberapa hal di bawah ini.

  1. Pemberian aspirin dengan dosis yang rendah
  2. Memberikan suplemen kalsium pada bayi
  3. Pemberian hormon progesterone
  4. Meningkatkan leher rahim
Selain itu, Anda juga bisa menghindari segala jenis bahan kimia yang terdapat dalam makanan dan bisa melukai bayi. Jangan lupa untuk menerapkan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga agar bayi tetap sehat dalam kandungan.

Itulah penjelasan mengenai penyebab umum kelahiran prematur. Apakah Anda salah satunya?